Laman

Minggu, 22 Juli 2012

Q & A tentang MLM menurut Ahmad Gozali

Pernah dengar perencana keuangan yang bernama Ahmad Gozali ? Beliau adalah salah satu Wealth Optimizer favorit saya. Belum lama ini saya membeli salah satu buku beliau yang berjudul "70 Solusi Keuangan"

Ternyata di Bab IV - mengenai Bisnis dan Kewirausahaan - ada beberapa bahasan tentang MLM. Saya akan sharingkan disini poin-poin nya :
  1. Biasanya MLM tidak memerlukan modal besar, namun secara tidak langsung membutuhkan kesetiaan Anda pada produk dan pembeliannya. Sehingga mau tidak mau Anda harus terus berbelanja. Belum lagi jika harus mengejar tutup poin sehingga sering kali harus memaksakan diri untuk belanja agar bisa mencapai poin yang ditargetkan. Untuk tahap awal, belanja yang Anda lakukan biasanya akan lebih besar jika dibandingkan bonus yang diperoleh. Baru setelah jaringan anda berkembang dengan baik, MLM tsb akan memberikan bonus yang lebih besar dari belanja yang dilakukan. Anda harus bersabar beberapa waktu sampai bisa memberikan hasil yang diinginkan
  2. Jika anda memiliki bisnis ritel yang lain, pilih MLM yang menjual produk sehari-hari dan MLM tersebut melarang penjualan display di toko.Sehingga bisnis ritel anda bisa sejalan dan saling mendukung dengan MLM anda. Karena dengan bisnis ritel, anda akan berhubungan dengan banyak konsumen. Dan konsumen pada bisnis ritel anda adalah calon konsumen pada bisnis MLM anda. Demikian sebaliknya sehingga anda tidak perlu bersusah payah mencari prospek konsumen untuk usaha MLM maupun usaha ritelnya.
  3. Dari sisi syariat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis MLM. Antara lain :
  4. Pertama, yaitu produknya. Sering kali, MLM yangg berasal dari luar negeri memasarkan produk buatan negara tsb. Ini tentu saja harus di cek lagi, apakah sudah memenuhi standar kesehatan dari depkes dan ada label halalnya. Produk yang dipasarkan haruslah sudah jelas harganya pada saat transaksi. Harganya pun tidak boleh menzalimi peserta dengan harga yang sangat tinggi, sehingga tidak sebanding dengan kualitasnya
  5. Kedua, yaitu sistemnya. Bonus yang diberikan haruslah diberikan secara adil sesuai dengan kerja masing-masing peserta. Bukan bergantung dari lama atau barunya ia menjadi peserta MLM tsb. Masalah penentuan bonus ini juga harus jelas ditentukan dimuka, bagaimana mekanisme perhitungannya. Dan juga harus transparan dan dapat dihitung dengan jelas pada saat pelaksanaannya.
  6. Yang paling penting untuk diperhatikan, harus ada transaksi jual beli barang atau jasa riil yang mendasari bisnis ini. Hal inilah yang membedakannya dengan money game atau arisan berantai. Pada arisan berantai, sistemnya adalah downline menyetor uang kepada upline. Walaupun ada barang yang dilibatkan, biasanya hanyalah sebagai bonus yang tidak seberapa nilainya atau kamuflase saja agar tidak terlalu ketara sebagai arisan berantai. Ini sudah jelas zalim karena yang ikut belakangan akan membayar bonus kepada yang ikut duluan, dan begitu seterusnya sampai tidak ada yang mau ikut.
  7. Setiap MLM memiliki sistem yang berbeda-beda. Tapi kunci sukses untuk menjalankan bisnis ini adalah kerja keras dalam membangun jaringan penjualan. Jika sistemnya jujur, bisnis ini memang bisa memberikan keuntungan yang sangat besar.
  8. Tapi kalau mengharap bahwa bisnis ini bisa dikerjakan tanpa harus banyak keluar rumah, saya rasa tidak juga. Mau tidak mau, andakan harus sering keluar rumah untuk bisa membangun jaringan pemasaran yang baik. Hanya saja, anda bisa menentukan sendiri jadwal kerja anda sehingga tidak harus mengganggu aktivitas di rumah.
  9. Saran saya, minta teman yang memprospek anda untuk ikut MLM agar menjelaskan sistemnya. Minta ia untuk benar-benar menjelaskan mekanisme bonus dan cara kerja untuk sukses, bukan cuma pengalaman yang sudah berhasil saja. Kalau anda masih belum jelas juga dengan penjelasan yang diberikan olehnya, sebaiknya anda tidak usah bergabung. Karena bisa jadi, ketidakjelasan ini karena kurang transparannya sistem MLM tersebut. Tapi kalau anda merasa sudah cukup jelas dan tidak bertentangan dengan pertimbangan di atas, kenapa tidak dicoba.
  10. Setidaknya ada 3 pendapat mengenai bisnis MLM menurut para ulama. Yaitu pendapat yang mengharamkan, menghalalkan dengan beberapa persyaratan, dan menganggapnya syubhat (meragukan)
  11. Pendapat yang mengharamkan menganggap bahwa sistem berjualan berjenjang yang diterapkan dalam bisnis MLM tidak sesuai dengan syariat islam. Karena para member MLM menjual barang yang bukan miliknya melainkan milik perusahaan supplier atau perusahaan MLM. Upline menjual pada downline dan seterusnya, padahal barangnya sendiri tidak mereka beli atau tidak mereka miliki.
  12. Pendapat kedua menganggap bahwa MLM bisa saja dianggap halal selama tidak melanggar syariat. Ada dua poin besar yang perlu diperhatikan yaitu produknya dan sistemnya. Produknya tentu saja harus halal. Harga produknya pun sudah jelas diawal dan tidak merugikan konsumen, yaitu terlalu mahal dibandingkan produk sejenis yang dijual bebas. Selain itu yang perlu diperhatikan juga yaitu sistem MLMnya. Misalnya saja mekanisme bonusnya, harus dipastikan bahwa yang mendapat bonus adalah yang bekerja lebih keras, bukan yang bergabung lebih awal. Dari sinilah kemudian muncul berbagai MLM dengan imbuhan syariah
  13. Pendapat ketiga menganggap syubhat, karena melihat adanya perbedaan pendapat dan terlebih karena melihat dampak negatif yang terjadi pada beberapa kasus. MLM bisa memberikan dampak obsesi yang berlebihan terhadap harta dan sering kali membuat membernya lupa daratan.
  14. Semakin bertumbuhnya bisnis MLM di Indonesia menunjukan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain ditengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak,maka bisnis ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.
  15. Pilihlah MLM yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan diantara MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dalam APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan tadi dan kemudian mendapat sertifikasi. Mereka yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM mana yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM namun ikut mengaku-ngaku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat
  16. Bila anda ingin memiliki pembeli atau member yang terus datang berulang kepada anda, pilihlah perusahaan yang menyediakan tidak hanya barang dan jasa yang spesifik saja, tetapi perusahaan yang menyediakan barang dan jasa yang banyak dan bervariasi. Dan kalau perlu, yang memberikan jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya atau jaminan penggantian bila produk cacat, dsb
  17. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, dimana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik, biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri
  18. Salah satu hal yang menunjukan kebonafiditasnya adalah bisnis ini diterima secara internasional, apakah ada konferensi internasional dari perusahaan untuk mendorong pertumbuhan distributor-distributornya, penjelasan tentang visi dan misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.
Ok... 18 poin yang bisa saya rangkum dari buku tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi masukan buat teman-teman yang saat ini sedang melirik bisnis MLM. 

Ingin tau tentang MLM saya ? silahkaan kontak saya yah :)

Novia
082122753257 -02190606019
noviatsabitha@gmail.com

Senin, 04 Juni 2012

Sabar, Syukur, Ikhlas

Pagi hari kerasa betapa menyebalkannya Senin saya kali ini.  Menjelang sore hari, saya malah terhenyak dengan kenyataan bahwa hidup saya masih jauh lebih baik dibanding beberapa teman yang saya jumpai siang tadi. Memang benar bahwa sesungguhnya pelajaran hidup itu bisa didapat darimana saja, tak terkecuali dari kejadian-kejadian kecil yang kita alami sehari-hari.

Siang tadi saya bertemu teman semasa kuliah dulu. Kami dulu sangat akrab dalam satu gank,  3 Cewe yang hobinya ngobrol dan jalan-jalan kesana kemari. Masih ada beberapa teman lain sih, namun saya paling dekat dengan 2 org ini. Duluu… saya orang yg paling cuek, menjalani hidup seperti air mengalir. Tidak pernah punya tujuan. Yang saya pikirkan cuma satu hal : how to having fun ? Merekalah teman-teman having fun saya :) Si R ini, yang saya temui tadi siang, termasuk cewe populer. Dia cantik. Gak heran banyak cowo yang naksir. Dan saya selalu iri karena dialah yang paling menarik perhatian diantara kami bertiga. Tapi nyatanya, jodoh saya justru datang lebih cepat dibanding dia. Sampai sekarang, walaupun dia sudah punya pacar, dia tetap tidak bisa menjawab ketika saya tanyakan kapan akan menikah…. Hmm.. sungguh sayang. Rasanya hidup tak akan lengkap tanpa memiliki keluarga, betul ?
Kadang saya iri dengan mereka berdua, masih bisa jalan-jalan kesana kemari dan having fun tanpa ada hambatan. Sedangkan saya, harus melalui perjuangan bagaimana mendapatkan ijin dari suami, bagaimana bisa pergi tanpa atau membawa anak, ada budget atau tidak, dsb terlebih dahulu. Dan itupun waktunya pasti sangat terbatas. Kehidupan si Single pastilah berbeda dibanding Marriage woman, right ? :)

Pelajaran yang bisa saya ambil adalah, kecenderungan manusia yang memang tidak pernah puas. Single ingin segera menikah, yang menikah kangen dengan masa-masa Single. Apapun itu, seharusnya bisa disyukuri dan dijalani dengan ikhlas. Saya mencoba mengingat lagi apa tujuan saya pada waktu itu memutuskan untuk menikah ? Apakah semata karena cinta saya pada pasangan saya ? Tidak. Ada ruang kosong dihati saya yang tidak pernah bisa diisi dengan having fun macam apapun. Dan ternyata ruang kosong itu terisi dengan lengkap oleh kehidupan pernikahan saya. Jika saya diberi pilihan, kembali Single dengan kebebasan yg saya inginkan namun memiliki ruang kosong itu ? atau dalam kehidupan pernikahan dengan segala keterbatasan namun hati saya penuh dan hidup saya terasa lengkap ? Sepertinya saya lebih memilih opsi yang kedua :) Hidup adalah pilihan, memilih Single or Marriage it’s all your choice.

Pelajaran berikutnya saya dapat ketika tanpa sengaja menggoda seorang teman tentang uang saku. Sebut saja si D, hari ini dia ditraktir teman dan uang sakunya hari ini yang seharusnya untuk makan siang, jadi bisa untuk jajan.  Tadinya saya cuma bercanda ketika bilang “daripada uangnya dibawa pulang trus diminta lagi oleh suami, mending dijajanin” Eh ternyata hal itu benar terjadi pada dirinya. Dia bilang si suami sering periksa-periksa dompet, kalau ada uang diambil. Makanya jika dia punya uang sisa, dia simpan dilaci kantor, semata-mata agar tidak diambil suaminya. Masya Allah, saya shock mendengarnya… Istri yang bekerja, suaminya malah berlaku seperti itu. Belum lagi ternyata si suami sering berlaku kasar dan ringan tangan. Sebuah tamparan buat saya yang masih saja mengeluh dengan keterbatasan financial kami. Saya harus bersyukur… suami saya memberikan seluruh penghasilannya pada saya. Dan saya pun memiliki penghasilan sendiri. Jikalau memang masih tidak cukup, atau terbatas, karena memang biaya hidup yang kebetulan besar, dan saya termasuk orang yang tidak bisa disiplin dalam mengatur keuangan. Setidaknya saya masih bisa menikmati hasil kerja saya dengan membeli barang-barang konsumtif, nyaris tiap bulan.. sementara teman saya si D itu ?

Jadi teringat seorang teman yang memutuskan berpisah setelah 10tahun pernikahan, juga karena ulah si suami yang semena-mena dalam memberikan nafkah keluarga. So sad…

Life is like a box of chocolate… manis, pahit, tergantung bagaimana kita menyikapinya. BerSabarlah atas segala ujian, BerSyukurlah atas segala nikmat walaupun tidak terlalu terlihat dan engkau tidak menyadarinya.

Siapkan hati seluas Samudera, agar kita bisa Ikhlas menerima apapun yang terjadi pada kehidupan kita. Sesungguhnya kita cuma transit di dunia ini kan ?

Sabtu, 19 Mei 2012

Fakta Tentang Oriflame


Didirikan pada tahun 1967 oleh dua bersaudara dan teman mereka, saat ini Oriflame telah menjadi perusahaan kecantikan internasional dengan sistem penjualan langsung di lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Portfolio yang luas dari produk-produk kecantikan Swedia yang alami, inovatif dipasarkan melalui melalui tenaga penjualan sekitar 3.600.000 Consultant mandiri , yang bersama-sama membuat penjualan tahunan melebihi beberapa € 1,5 miliar. 

Oriflame menawarkan peluang bisnis terkemuka untuk orang-orang yang ingin mulai membuat uang sejak hari pertama dan bekerja untuk memenuhi impian dan ambisi pribadi mereka melalui konsep bisnis yang unik - Make Money Today and Fulfil Your Dreams Tomorrow™.Menghormati orang dan alam mendasari prinsip operasional perusahaan dan tercermin dalam kebijakan sosial dan lingkungan. Oriflame mendukung berbagai badan amal di seluruh dunia dan merupakan Co-founder World Childhood Foundation. Oriflame Cosmetics terdaftar di Nasdaq OMX Nordic Exchange. 
 
Fakta Singkat
• Penjualan tahunan 1.5 Miliar Euro
• Sekitar 3.600.000 Consultant

• 7900 karyawan 
• Sekitar 1000 jenis produk 
• Co-founder World Childhood Foundation
• Global R & D Center dengan lebih dari 100 ilmuwan 
• 5 unit produksi sendiri di Swedia, Polandia, Cina, Rusia dan India
• Terdaftar di Nasdaq OMX Bursa sejak Maret 2004 
• Produk berdasarkan bahan-bahan alami, tidak pernah diuji pada hewan
• Operasi di lebih dari 60 negara yang mana 13 diantaranya adalah franchise


Mengapa Oriflame ?


3 Hal yang ditawarkan oleh Oriflame antara lain :

Tampil Menarik

Slogan kami, ‘Natural Swedish Cosmetics,’ meliputi inti dari portfolio lengkap dari produk yang unik, inovatif yang terinspirasi dari alam, terbuat dari bahan-bahan alami dan dikembangkan dengan menggunakan teknologi ilmiah terbaru agar Anda tampil menarik.  

Menghasilkan Uang

Di Oriflame, Anda mempunyai kesempatan menjadi Consultant dan pada hari yang sama, menunjukkan katalog kepada teman, tetangga, dan kolega, melakukan order dan segera menghasilkan uang. Keesokan harinya, Anda bisa mengundang orang-orang yang Anda kenal untuk Consultant, mulai membentuk tim Anda dan nikmati penghasilan yang tak terbatas.
Bersama kami, Anda selalu memiliki kesempatan untuk memilih - memperoleh penghasilan tambahan atau membangun sebuah karir.
Tidak ada batasan, tidak ada resiko, pilihannya ada pada Anda! Make_Money_Slogan.jpg
Oriflame menawarkan Anda tiga cara untuk menghasilkan uang:

1. Menghasilkan uang dengan membeli produk Oriflame lebih murah.
2. Menghasilkan uang dengan menunjukkan katalog dan memperoleh keuntungan dari penjualan.
3. Menghasilkan uang dengan mengundang orang dan membentuk tim untuk menghasilkan uang secara bersama-sama.
  
Bersenang-senang

Di Oriflame Anda dapat menggunakan tata rias kami dan berbagi dengan keluarga dan teman-teman.
Anda juga bisa:

  • Bertemu dengan orang-orang baru dan mempunyai teman-teman baru
  • Dikenal akan pencapaian Anda
  • Tumbuh secara pribadi dan profesional melalui pertemuan, pelatihan dan seminar 
  • Keliling negara Anda dan internasional  
  • Menghadiri acara-acara kecantikan dan aktivitas menarik lainnya
  • Membantu yang lainnya berkembang saat Anda membangun tim Anda
Yuuk Bergabung sekarang !

Novia
082122753257 - 02190606019
noviatsabitha@gmail.com

sumber : www.oriflame.co.id

Rabu, 09 Mei 2012

Tipe Kepribadian

Ada yang pernah baca bukunya Florence Litteur tentang tipe-tipe Kepribadian Manusia ? Saya pernah baca bukunya, dah lamaaaa banget. Nah kemarin ini dapat artikel dari temen-temen di milis SSR… Jadi inget lagi euy :) Saya kutip disini yah :

=============================================================================
Florence Litteur, seorang penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan bahwa pada dasarnya, ada empat pola watak dasar manusia.



Kalau saja semuanya sudah kita pahami, maka kita akan terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain. Bagaimana cara menghadapi orang, memperlakukan orang dan memahami orang dengan mudah, ternyata semua itu bisa dipelajari.

» Kita akan jadi mengerti, mengapa suami/istri kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita rapikan.
» Kita juga akan dengan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji, tetapi dengan mudah pula ia melupakannya. “Oh ya maap, saya lupa” katanya sambil tertawa santai.
» Kita juga akan dengan mudah mengerti mengapa suami/istri kita tidak mau dengar sedikitpun pendapat kita, tak mau mengalah, selalu mempertahankan diri, merasa benar pada pendapatnya sehingga situasi akan semakin sengit dan timbul pertengkaran kalau kita coba-coba untuk mengalahkannya.

Inilah 4 jenis kepribadian manusia menurut Florence :

1. Yang pertama : Golongan Sanguinis
Biasa diingat : “Yang Populer”
Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu. Orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Dia juga kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Ketika disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakan dan terlihat sepertinya betul-betul akan ia lakukan dan semangat sekali ia ingin buktikan bisa melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.

2. Yang kedua : Golongan Melankolis
Biasa diingat : “Yang Sempurna”
Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, terorganisir dan semuanya tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, jika orang sanguinis selalu mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang sudah ia pikirkan secara mendalam. Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang Melankoli tak akan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun orang Melankoli, sebab ia betul-betul sudah menata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

3. Yang ketiga : Golongan Koleris
Biasa diingat : “Yang Kuat”
Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka sekali tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang lain seenaknya. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan seorang tamupun tanpa sungkan-sungkan bisa saja ia suruh seenaknya untuk melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang “bossy” itu membuat banyak orang golongan koleris ini tidak punya banyak teman. Orang-orang akan berusaha untuk menghindar, menjauh, agar tidak jadi ‘korban’ karakternya yang suka ‘mengatur-atur’ dan tidak mau kalah itu. Orang Koleris senang akan tantangan dan suka petualangan. Mereka punya pikiran : “Hanya aku yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa aku semuanya akan berantakan” Orang Koleris sangat Goal oriented, tegas, kuat, cekatan, cepat dan tangkas mengerjakan segala sesuatunya.
Baginya tidak ada istilah tidak mungkin, semuanya pasti mungkin. Kalau ia sudah kobarkan semangat pantang menyerahnya, maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan pasti akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tidak mudah menyerah, putus asa apalagi mengalah. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun menjadi pemimpin dalam suatu peperangan.

4. Yang keempat : Golongan Phlegmatis
Biasa diingat : “Cinta Damai”
Kelompok ini tak suka terjadinya konflik, pertengkaran dan ribut-ribut. Oleh karena itu kalau disuruh apa saja ia akan mau lakukan, sekalipun ia sendiri sebenarnya nggak suka. Baginya kedamaian adalah diatas segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia bahkan mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya cepat selesai, nggak terus berkepanjangan. Kaum phlegmatis biasanya kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin orangnya. Mereka cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik dan selalu menghindari debat.
Tetapi ketika mereka disuruh mengambil keputusan maka ia akan terus menunda-nunda, karena sebenarnya dia sendiri bingung dan takut. Ini jadi kelihatan sangat menjengkelkan buat orang lain. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak akan jalan” Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, maka anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya sendiri.
Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu adalah orang-orang phlegmatis. Sedang orang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

# Mencoba Mengerti Orang Lain
Nah, anda masuk golongan mana? Coba amati istri, suami atau anak-anak anda, mereka golongan apa?
Jangan-jangan anda sekarang mulai mengerti mengapa suami-istri-anak-rekan kerja, boss anda bertingkah laku “seperti itu” selama ini.

Dan anda pun akan tertawa sendiri mengingat-ingat berbagai perilaku dan kejadian selama ini …..
Semoga ini menjadi motivasi buat kita semua untuk mau belajar mengenali kepribadian orang lain …
=============================================================================
Naah ! Dari tulisan itu, kira-kira teman-2 cenderung kemana nih karakternya ? Hayuk-hayuk di test… seru lhoo
Kalo saya => Sanguin Plegmatis !
Yuup, paaaas bangeet. Saya yang cenderung suka sesuatu yang seru, tim hore-hore lah pokoknya, dan pelupa berat. Malah saking pelupanya pernah saya ke warung trus lepas sendal di warung, mau pulang saya lupa tadi pakai sendal apa ? hehehe Kalau saya dititipin pesan, saya sering kasih tau lagi ke orang lain untuk ngingetin saya akan pesan tersebut… wkwkwk… percuma lah pokoknya kalo nitip2 sama sayah, sesuatu banget kalo saya ga lupa :D
Ceria, banyak bicara, pelupa, dan gak bisa fokus… yup, that’s me. Minus semua sepertinya yah hehe… lucky to be me, coz karakter saya yang sedemikian membuat saya gak gampang larut dalam masalah. Enjoy ajaa… Kalo lagi inget, nangis (cengeng juga sayah orangnya hehe ) ga lama setelah itu, pasti udah ketawa-ketiwi lagi. Hidup saya ga pernah saya bawa serius.. ya dijalanin aja, mau ada masalah seberat apapun… assik yah :)
Saya tidak senang dengan rutinitas. Rutinitas makes me crazy :D Makanya saya ga pernah mau kerja sebagai admin, yang tiap hari harus melakukan hal yang sama. Bisa-bisa saya mati bosan ! Itulah juga salah satu alasan saya ga kepengen jadi Ibu Rumah Tangga yang stay aja di rumah. Ngurus kerjaan rumah dan ngurus anak… udah kebayang banget tiap hari yang dilakuin cuma itu-itu aja… Saya sudah cukup depresi waktu maternity leave 3 bulan hihihi

Semenjak saya menikahi seseorang yang Melakolis Plegmatis, kebayang dooonk… Kayak apa kita bertolak belakangnya. Capee bener boow dikritik terus :D Pokoknya apapun yang saya lakuin selalu salaah aja dimata dia. Ya iya laah… secara gitu lho, “urakan” ketemu ama “si sempurna”. Etapi.. ternyata Allah emang Maha Adil, saling mengisi lah kita gitu yah. Alhamdulillah masih bertahan dan usia pernikahan udah hampir 6 tahun lho tahun ini … hihihi

Satu hal yang kadang masih suka bikin saya mangkel, saya tipe yang senang jalan-jalan dan melakukan sesuatu hal secara spontan. Sedangkan suami adalah tipe orang rumahan dan segala sesuatunya harus selalu terencana. Jadii… jangan harap bisa ajak suami pergi ke suatu tempat tanpa membicarakannya terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya. Ga bakalan deeh doi mau berangkat. Padahal pergi-pergi dengan spontan itu seru kan ? adrenalinnya beda sama pergi pake planning… Kalo udah kayak gini, saya milih tidur aja deh seharian, supaya mangkelnya hilang :D

Tapi pada akhirnya saya belajar banyak hal dari suami saya. Belajar untuk sedikit lebih teratur, belajar untuk banyak berpikir sebelum bicara, belajar menahan emosi dalam menyikapi sesuatu, daaan belajar membuat rencana-rencana hidup. Kalau sebelumnya saya cenderung membiarkan hidup saya berjalan seperti air mengalir, sekarang ga lagi doonk… that’s why saya buat Proposal Hidup. Walaupun dalam pelaksanaannya masih sering terhalang kendala >> ga menjalankan sesuai rencana, dan ga fokus >> ciri khasnya si Sanguin ituh hehehe

Kenali karakter mu yuuk…

Sabtu, 28 April 2012

Bisnis Rekomendasi


Bisnis rekomendasi ? apaan tuh ya ? :)
Apalagi kalau bukan Oriflame ! Yup, jalanin bisnis Oriflame itu sebenarnya ga ribet kok. Cukup kasih rekomedasi-rekomendasi aja ke orang-orang. Nanti Oriflame akan kasih income buat kita...
Kamu pasti pernah kan rekomendasiin sesuatu ke teman-teman atau orang lain ? contoh nih :

A : eeh... udah pernah makan bebek Sla*** belum ?
B : belom.. dimana tuh ? enak ga ?
A : ituuu... yang diujung jalan situ... sambelnya mantaaap

A : duuuh... anakku demam nih.. sampe 39'. kasih apa ya biar cepet reda ?
B : udah coba pan**ol anak ? itu isinya parasetamol... efektif buat redain demam. coba deh

A : jeng... lagi hamil ya ?
B : iya jeeng... udah 4 minggu
A : konsul ke dokter mana ?
B : dokter x, di RSIA Bunda
A : ooo... disitu ada dokter Y, dokter ku dulu... baik lho orangnya. coba konsul ke dia deh...

Yes, thats sound familiar right ?
tanpa sadar sering kali dalam keseharian kita merekomendasikan sesuatu, apapun itu yang kita anggap baik/bagus.
Nah di Oriflame ini, yang kamu rekomdasikan ada dua hal : PRODUK dan PELUANG BISNIS

Belum tau tentang produk dan peluang bisnis nya Oriflame ? waaah... kemana aja jeng ? :)
klik banner disamping, atau hubungi saya untuk penjelasan lebih lanjut ya

Novia
082122753257
noviatsabitha@yahoo.com
www.simplebiznet.com/?id=novia


Rabu, 18 April 2012

Oriflame Director Seminar 2012

Hai.. hai...

Udah lama banget yah blog ini ga di update... maafkaaan *tutupmuka* karena satu dan lain hal, banyak banget kendala hingga akhirnya blog ini terlantar. Kali ini saya ga mau panjang lebar ngomong dulu deeh ya. Saya mau ajak temen-temen untuk menyimak testimoni para peserta Director Seminar-nya Oriflame di Bali, bulan Maret lalu. Silahkan klik link dibawah ini aja yaaah... enjoooy 

Senin, 30 Mei 2011

Semua IBU bilang KELUARGA No. 1

Sebuah catatan dari Diamond saya : Ilnayuti Sari


Saya jadi tergelitik bikin notes ini gara2 pagi2 baca tweetnya sahabat saya, Bona, yang bentar lagi jadi Director di Oriflame. Bona punya donlen yang ditolak oleh prospekannya dengan alasan “saya gak mau ikut Oriflame, takut keluarga terlantar, buat saya keluarga adalah nomer satu”. Wedeeewwww, dia gak empati banget yah, gak tau apa yang mrospekin dia juga seorang ibu rumah tangga ? trus mau nuduh bahwa yang Oriflame-an nelantarin keluarganya ?


Yah kalo gitu saya cerita aja tentang saya dan keluarga deh yaaaa.

Dulu jaman saya ngantoran, ada 2x kejadian dimana Fadlan terpaksa masuk Rumah Sakit karena Kejang Demam dan Diare, dan 22nya aku gak bisa mendampingi karena ngurusin boss dan kerjaan, siyalnya saat itu gak bisa skip kerjaan, terpaksalah Fadlan dibawa sama oma nya dan pembantuku ke RS. Begitu aku tiba di rumah, keadaan sudah normal alias gak ada kesan panic tersisa seperti siang tadi saat mereka berdua nelpon aku.

Now setiap hari aku anter Fadlan ke sekolah. Berangkat dari rumah jam 06.30 dan jemput Fadlan jam 12 siang. Setiap hari. Gak bisa nggak. Suami jadi cukup demanding juga soal ini dan gak memperkenankan Fadlan di jemput sendirian oleh supir. Sampai kapan ? well, komitmennya sih insya Allah sampe dia lulus TK tahun depan masih aku yang anter jemput. Kalo masih ngantor, ya mana bisaaaa. Yang ngantor gak usah kecil hati, gak jemput anak, bukan berarti jadi ibu yang buruk kok. Ini kan masalah preferency, urgency, dan KESEMPATAN.

Pagi2 aku loh yang mandiin Fadlan dan siapin sarapan. Bukan asisten. Lalu siangnya juga aku loh yang ajakin dia main dan temenin lunch. Bukan asisten. Buat yang kantoran dan gak ada kesempatan lakukan ini, tenang, anda bukan ibu yang buruk kok. Apa yang anda pilih (bekerja kantoran) ujung2nya juga buat anak dan keluarga, kan.

Sekolahnya Fadlan termasuk yang proaktif membuat event atau project yang melibatkan orangtua. Hari ini aku mendampingi Fadlan exhibition di sekolahnya. I am soooo proud melihat Fadlan mampu presentasi di depan orangtua murid yang bertanya ini itu ttg presentasinya, dia juga mampu melakukan percobaan ttg presentasi yang dia bawakan. Beberapa hari yanglallu, Fadlan dan teman2nya tampil di depan 200an orang, perform tentang LETTERS, bernyanyi, menari. Beberapa bulan lalu aku dan Fadlan praktek bikin pancake dan juga menyiapkan presentasi tentang DAUR ULANG barang bekas menjadi sebuah ALIEN. Seru banget.

Aku bisa punya waktu untuk Fadlan.
Aku juga punya waktu untuk keluarga.

Saat notes ini aku buat, aku baru saja mengcancel 3 appointment dengan Leader2ku. Sorry Hany, Dewi, Lika ... terpaksa aku cancel appointment utk tanggal 1-2-3 Juni dikarenakan secara mendadak suamiku telpon dan ngajak jalan2 ke Bandung di tanggal itu. Bandung udah biasaaaa banget jadi tempat liburan, dan kadang memang sering semena2 kesana :D. Aturable deh. Mau liburan kapan aja bisa, mau kerja kapan aja juga bisa.

So, in short, keluarga is number one, makanya aku pilih kerja yang model begini. Bagi teman2 yang masih belum leluasa karena badan masih keiket jam kerja kantoran, gak usah sedih, gak usah ribet, gak usah gerah dengan pemikiran orang lain ttg IBU YANG BAIK, kalian tetap jadi ibu yang baik walopun waktu sama anak sempit banget. Kalo memang mau kebebasan waktu, ya memang harus cari bisnis yang seperti aku. Kalo memang gak mau, ya gak papa. Enjoy your job