Sering denger orang berangan-angan punya bisnis dengan membuka toko, butik, bisnis jasa atau sekedar corat coret dikepala tentang konsep bisnis supaya punya duit lebih. Tapi setelah 1, 3, 5 th berlalu bisnis itu ga kunjung berwujud.
Sering denger derita/curhat orang yg gagal berbisnis karena :
Bisnis A, usaha kecil2an --> gagal dengan alasan blom tau market, blom tau celahnya, tp ngga kapok coba lagi dan lagi
Bisnis B, kerjasama bareng temen --> biar pertemanan tambah langgeng malah berakhir dengan perpecahan silaturahmi karena si temen pake duit modal dan uang ga muter akhirnya mandeg, ga ada kejelasan.
Bisnis C, ala boss gendeng --> cuma mau investasi aja, pokoknya tinggal terima untung. hmm enak juga nih kalo spt mereka yang punya modal besar untuk investasi, tp gimana dong kalau kita justru ga punya modal?
Sialnya, ada yang udah nabung banyak bertahun2 untuk invest, ternyata bisnisnya ga jalan, jadi jangankan uang modal bisa kembali, uangnya justru hilang dibawa kabur #fenomena umum disekitar kita bukan?.
Akhirnya hati membara dan menghitam karena dendam kesumat sama orang yang bawa kabur uang kita.
Tapi lucunya biarpun gagal di bisnis A, B, C, D dst...,semangatnya mereka masih berkobar lho untuk mencoba terus, katanya pengalaman adalah guru yang paling berharga, sebaiknya sih jangan keseringan gagal ya, kapan dong mencicipi keberhasilannya :p.
Nah salah satu bisnis yang menjanjikan dan ditawarkan disekitar kita adalah MLM (Multi Level Marketing)
Ada yang menolak ketika diajak join karena :
KATANYA bisnis ini cuma jual mimpi, ga berhasil dan parahnya mengambil keuntungan dari yg direkrut
#masih banyak alasan lain yang bisa anda kembangkan, silahkan disebutkan sendiri :D
Sayang ya, kalau berbisnis itu didasarkan atas "KATANYA....", padahal kita sudah terlatih cerdas untuk bisa melihat suatu hal dengan objective bukan subjective.
Bisa dimaklumi kalau ada pendapat yang sedikit sarkastik "IIH GA HARUS KALE JOIN MLM...!!!", Sah-sah saja mengatakan hal itu jika :
1. Si up len cuma rekrut setelah itu cuci tangan dan dilepas begitu aja,disuruh jalanin sendiri kalo mau berhasil.
Duh karyawan baru aja ada masa percobaan selama 3 bulan untuk TAHU dan BISA masa bisnis yang bonusnya bisa mengalahkan gaji orang kantoran, sumber dayanya cuma dilepas begitu aja.(HR mode.on)
2. Bisnis ini cuma menguntungkan si up len, kita sebagai donlen kerja pontang2 sampe keluar keringat sebesar biji jagung (kalo ini lebay sih), eh si up len dapet bonus besar atas usaha kita, hiks ngga fair.
Jangan salahkan up len karena memang begitu namanya berjaringan, tapi salahkan sistim di bisnis MLM yang anda ikuti kalau sistimnya BUTA karena tidak bisa mendeteksi bahwa bonusi itu seharusnya diberikan berdasarkan kerja keras dan usaha yang sesuai dengan yang dilakukan oleh up len atau donlen.
3. Punya up len itu ngga bisa nge-bedain mana bersikap jadi leader atau jadi boss, kerjaan cuma nyuruh aja, "ayo sana datang training", "kalian harus ikutin sistim yang berlaku dll", tapi ternyata dia ngga menjalani semua itu, whew..leader kan harusnya ngga pernah bosen memantau pergerakan donlen, ga pernah bosen memotivasi jaringan karena kelak donlen2nya juga akan menjelma menjadi leader/pemimpin yang akan memotivasi dan membina donlen2nya kelak supaya berhasil
4. Punya up len ga bersikap bak mentor atau guru kecil, layaknya disekolah si up len yg baik pasti sudah mempelajari cara dan sistim di MLM-nya, jadi up len seharusnya menduplikasikan cara kerja/sistimnya ke donlen-nya.
Up line juga harus senang berbagi ilmu dan pengalamannya supaya donlen bisa mengikuti dan memetik pelajaran dari pengalaman up len, Nah kalau donlen 'badung' ngga mau dengerin, itu sih diluar kuasa up len, jangan pula salahkan up len kalo donlen ga sukses.
Saya pernah ajak ajak teman untuk bergabung di Boss Family - Oriflame.
Teman : "Ngga ah, udah pernah dan gue ngga berhasil tuh" sambil mengkernyitkan dahi.
Saya : "Kenapa kog ngga berhasil? udah join berapa lama? udah di level berapa?", heran.
Teman : "Setahunan gitu deh, ah gue sih ga ikut begitu2an cuma untuk discount-nya aja" ngeles pdhal ga tau ttg sistim dan level.
Saya : "Sayang lho kalau ngga dijalanin sistimnya, apalagi udah setahun wah minimal SM punya 4-7 jt lho.."
Teman : "Duh gue sih males ya jalanin begituan"
Saya : "Hmm..berarti bukan Oriflamenya dong yang bikin lo ngga berhasil, tapi memang lo nya yang MALES, iya kan?", puas
Teman : speechless dengan ekspresi BT.
Nah pribadi2 yang seperti ini nih yang membuat citra MLM menjadi buruk dimata orang awam karena mengkambing hitamkan MLM padahal justru mereka menutupi keMALASAN-nya dengan mengatakan kalau MLM itu ga akan berhasil. Jangan begitu dong...,kami praktisi MLM yg menjalankan sistim yang sesungguhnya nih, jadi kena imbas-nya deh untuk membersihkan dan menjelaskan kepada dunia bahwa MLM kami tidak seperti itu #semoga saja mereka dikejar kambing hitam beneran :p
5. Punya up len statis dan ngga mau berkembang, Diamond aja masih lho bermetamorfosis untuk berkembang dan melatih diri dengan belajar dan belajar, apalagi up len yang belum Diamond, up len itu bukan orang sempurna yang tahu semua hal apalagi donlen. Jadi semua orang harus mau belajar menjadi lebih baik.
6. Punya up len yang sensitif.
Up len itu leader, jadi ga boleh sensitif sama omongan orang atau mudah tersayat emosi dan hatinya kalo ada komentar/menyakitkan terutama dari orang yang apatis atau negative ttg MLM, harus di setel di otak kita kalo orang tersebut belum paham dengan sistim MLM yang sesungguhnya, jadi ngga akan keki, sebel atau ikut2an singit. enteng koq
7. Punya up len yang semangatnya turun naik.
Boleh aja turun naik tapi jangan kelamaan turunnya, makanya cari bisnis MLM yang up len-nya selalu berlatih untuk punya hati, semangat dan mental baja serta focus dengan misi dan visinya menjalankan bisnis ini, pastikan up len tersebut punya komitmen dan konsisten yang besar terhadap bisnisnya, saya pribadi sih ogah deh join di bisnis MLM yang up len-nya belum terbukti komitmen dan konsistennya.
8. Punya up len ga mau belajar dan mengajari.
Holaa...buruan deh cari bisnis MLM yang lain aja. Bisnis MLM yang benar itu ada program membina dan mendevelopnya lho sehingga donlen bisa cepat menjalani bisnis ini dengan cepat dan mudah.
MLM itu kan pekerjaan utamanya bukan merekrut (saja), tapi MEREKRUT dan MEMBINA, sama dengan pekerjaan lain misalnya :
Polisi lalu lintas pekerjaan utama adalah mengatur lalu lintas.
Sales property pekerjaan utama adalah menjual rumah.
Pilot pekerjaan utamanya menerbangkan pesawat.
Jadi suka pengen ketawa sendiri kalo ada orang yang bilang dengan rada mengancam seperti ini :
"Eh gue mau ikut nih tapi lo yang cariin donlen ya, mau ngga?"
#Hmm..before you say so, I can manage myself to recruit by own koq. Mau dibantu punya duit koq malah nyusahin, mending ga usah ikut aja deh hehe.
"Aku mau ikut tapi ngga bisa nge-rekrut, gimana dong?"
#Eh saya mau jadi polisi tapi ga mau atur lalu lintas, saya mau jadi sales property tapi ga mau jual rumah, mau jadi pilot tapi males terbangin pesawat. gimana dong? Kalau ada yang begini perusahan manapun akan menyegerakan untuk memecatnya :p
Polisi, sales property, pilot, awalnya kan belajar dulu sebelum BISA, ngga beda sama MLM kudu belajar dulu supaya BISA merekrut dan membina.
"Eh gue ikut karena lo yang ajak lho"
#Hayyah ...jadi salah kaprah, harusnya bersyukur berlipat2 kalo diajak join di MLM yang benar (inget ya MLM yang BENAR).
Kalau dijalanin, dibantuin, diajarin, diingetin plus didoa-in sukses dan ternyata dapet duit 4-7 juta dalam 4-6 bulan, kira-kira masih mau ngomong begitu ngga ya?
kalau begitu siap-siap ya kalo sebentar lagi saya kirim inbox/sms/telephone untuk ajak bergabung :D
"Emang sih dibantuin, tapi tetep ngga gampang ngejalaninnya"
#Apa ada ya setiap pekerjaan yang mulus kaya jalan tol? Setiap hari aja kerja kantor selalu dengan perjuangan dari mulai berangkat bergumul dengan macet, bikin laporan ke boss, rapat dan pulang harus berteman sama macet lagi, ini belum termasuk lembur ya.
Sales mobil atau property kerjanya di target-in kan supaya mobil/rumah laku, kalo ngga, bisa gigit jari ngga dapet komisi atas penjualan produknya,
Di bisnis MLM sih ga segitunya ya dibanding kerja kantoran karena udah ketahuan koq endingnya, DITERIMA atau DITOLAK.
DITERIMA berarti jadi akan jadi donlen kita (baca : business partner kita) dan tinggal bina supaya pandai.
DITOLAK berarti tinggal terima aja beragam alasan, ketusan atau mungkin celaan dari mereka untuk tidak bergabung, ah itu sih ngga usah dibawah ke hati, cari aja lagi orang yang mau jadi partner dibisnis MLM kita, gampang2 ajalah.
Namanya juga orang belum paham atau sok paham, Kalau saja mereka MAU TAHU dan menemukan kelebihan dan niat baik kita melalui FUN bisnis ini, i don't think so mereka akan menolak justru sebaliknya akan sangat bersemangat, biarlah akhirnya urusah hidayah menjadi urusanNYA. Mending Jalan terusss..!!!
Nah kalau anda menemukan bisnis MLM seperti diatas, ngga apa-apa kalau berfikir 2x, tapi kalau ternyata menemukan MLM yang baik seperti saya menemukannya di BOSS FAMILY, Jangan pernah ragu karena bisnis dengan join hanya Rp. 39.900,- ini adalah awal anda bisa merubah financial dan pola pikir luar biasa.
Untuk mendapatkan 7 juta, 10 juta bahkan 15 juta sekalipun mungkin anda bisa dapatkan dari gaji di kantoran tetapi kalau dengan Rp. 39.900,- bisa membuat anda punya penghasilan 35 juta, 40 juta, bahkan 80 juta perbulan, jalan-jalan ke eropa gratis dan punya kendaraan mewah CRV, Fortuner bahkan Mercy, dan semua itu hanya dengan melakukan n REKRUT dan MEMBINA, No bargain..!! Tidak ada pilihan lain BOSS FAMILY is the best.
Satu hal lagi, Oriflame ada 14 kota besar di Indonesia dengan ratusan ribu konsultan, tapi jangan berfikir dengan bergabung melalui siapa saja bisa membuat anda punya kesuksesan yang sama dengan orang yang anda lihat telah sukses di Oriflame.Anda harus lihat passionnya, komitmennya, konsistennya apalagi kalau anda mengenalnya.
Karena bisnis ini bisa mengguritakan financial anda dengan cepat kalau anda memperlakukannya dengan sangat baik.
Jadi pastikan saja anda bergabung di :
Club yang mempunyai pertumbuhan tercepat di Oriflame Indonesia yaitu Boss Family
Club yang mencetak leader berkomitmen dan full passion di bisnisnya yaitu Boss Family
Club yang bersemangat mencetak leader untuk menjadi Senior Manager dalam hitungan 5-7 bulan (passive income 4-7 juta) yaitu Boss Family
Club yang tidak mengenal kasta memberikan kesempatan yang sama untuk laki-laki dan perempuan, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, anak kuliah, pelajar, bahkan pengangguran sekalipun yaitu Boss Family
Club yang mewariskan pemahaman turun temurun bahwa Kemudahan membawa Kebersamaan seperti di Boss Family
dikutip dari catatan My director : Ika Sparkling
Selasa, 19 April 2011
Rabu, 23 Maret 2011
Jangan berhenti karena susah !!!
Yuk.. diselami.. makna sharingan ini..:D
Bagus bgt buat kita2 semuaa.....
Ada seseorang yang susah bangkit dari keterpurukan setelah di PHK. Dia mau mencari kerja, umur sudah tidak muda lagi. Dia mau menjalankan bisnis, tetapi sudah berkali-kali mencoba tidak ada satu pun yang berjalan terus. Dia selalu berhenti di tengah jalan.
Apa yang menjadikan dia selalu berhenti? Sederhana, karena dia begitu akrab dengan kata susah atau sulit. Dia berkata bahwa dia sudah berusaha, tapi ternyata sulit. "Ternyata susah juga untuk membangun bisnis." Dan berbagai komentar lainnya yang bernada sulit.
Dia meminta nasihat kepada saya. Saya berikan beberapa nasihat. Apa jawabannya? Tidak lepas dari dua kata itu:
"Susah."
"Sulit."
Saya mencoba untuk memberikan inspirasi yang bercerita tentang seseorang yang berhasil membangun bisnis dengan berawal 1 buah gerobak bakso menjadi ratusan gerobak bakso. Saya jelaskan kalau orang ini merangkak dari nol dan sampai akhirnya berhasil.
Apa reaksi dia? Dia berkata:
"Saya sering mendengar cerita keberhasilan. Tapi sayang tidak diceritakan susahnya membangun bisnis."
Dia terus berkata susah, sulit, susah, sulit, tidak mudah, dan sebagainya. Banyak orang yang seperti ini!
Jika Anda termasuk orang yang seperti ini, saya mau bertanya.
"Memang susah. Memang tidak mudah. Memang sulit. Lalu?"
Sahabat, coba pikirkan. Jika bisnis itu mudah. Tentu akan banyak sekali orang yang berbisnis dan kaya raya. Pada kenyataanya memang sedikit sekali orang yang mau berbisnis dan bertahan di bisnis. Karena memang, bisnis itu susah, bisnis itu sulit, dan perlu kerja keras untuk menjalankannya. Bisnis memang hanya untuk orang yang berani, tekun, sabar, dan mau kerja keras sampai berhasil.
Sekarang, pilihan Anda. Apakah mau melewati masa susah membangun bisnis atau tidak?
Jika Anda punya kemauan, maka ambillah tindakan. Jika susah, Anda bisa belajar. Jika tidak tahu, Anda bisa mencari tahu. Jika lama, Anda bisa bersabar. Jika tidak punya modal, Anda bisa mencari modal. Jika tidak bisa mencari modal, Anda bisa belajar mencari modal. Allah sudah memberikan potensi kepada Anda. Anda punya hati, Anda punya akal, dan Anda punya energi. Gunakanlah.
Memang akan banyak menghadapi masalah. Tapi Allah sudah memberikan akal kepada kita untuk mengatasi masalah. Memang perlu kerja keras, tapi Allah sudah memberikan tangan dan kaki kepada kita untuk bekerja keras. Allah sudah memberikan sistem pencernaan yang bisa mengubah makanan menjadi energi. Apa lagi yang kurang?
Sahabat, jangan berhenti karena susah. Kita sudah diberik potensi yang dahsyat oleh Allah untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan memang untuk kita hadapi, untuk kita lewati, sebab kemudahan akan datang setelah kesulitan.
"Kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan." (HR Ahmad)
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS Alam Nasyrah:5-6)
Sahabat, semua orang sukses pernah mengalami masa-masa susah. Mereka menghadapi kesulitan seperti kita. Hanya saja, mereka tidak berhenti. Oleh karena itu, kita pun sama, jangan berhenti karena susah.
sumber : http://www.motivasi-islami.com/jangan-berhenti-karena-susah/
Bagus bgt buat kita2 semuaa.....
Ada seseorang yang susah bangkit dari keterpurukan setelah di PHK. Dia mau mencari kerja, umur sudah tidak muda lagi. Dia mau menjalankan bisnis, tetapi sudah berkali-kali mencoba tidak ada satu pun yang berjalan terus. Dia selalu berhenti di tengah jalan.
Apa yang menjadikan dia selalu berhenti? Sederhana, karena dia begitu akrab dengan kata susah atau sulit. Dia berkata bahwa dia sudah berusaha, tapi ternyata sulit. "Ternyata susah juga untuk membangun bisnis." Dan berbagai komentar lainnya yang bernada sulit.
Dia meminta nasihat kepada saya. Saya berikan beberapa nasihat. Apa jawabannya? Tidak lepas dari dua kata itu:
"Susah."
"Sulit."
Saya mencoba untuk memberikan inspirasi yang bercerita tentang seseorang yang berhasil membangun bisnis dengan berawal 1 buah gerobak bakso menjadi ratusan gerobak bakso. Saya jelaskan kalau orang ini merangkak dari nol dan sampai akhirnya berhasil.
Apa reaksi dia? Dia berkata:
"Saya sering mendengar cerita keberhasilan. Tapi sayang tidak diceritakan susahnya membangun bisnis."
Dia terus berkata susah, sulit, susah, sulit, tidak mudah, dan sebagainya. Banyak orang yang seperti ini!
Jika Anda termasuk orang yang seperti ini, saya mau bertanya.
"Memang susah. Memang tidak mudah. Memang sulit. Lalu?"
Sahabat, coba pikirkan. Jika bisnis itu mudah. Tentu akan banyak sekali orang yang berbisnis dan kaya raya. Pada kenyataanya memang sedikit sekali orang yang mau berbisnis dan bertahan di bisnis. Karena memang, bisnis itu susah, bisnis itu sulit, dan perlu kerja keras untuk menjalankannya. Bisnis memang hanya untuk orang yang berani, tekun, sabar, dan mau kerja keras sampai berhasil.
Sekarang, pilihan Anda. Apakah mau melewati masa susah membangun bisnis atau tidak?
Jika Anda punya kemauan, maka ambillah tindakan. Jika susah, Anda bisa belajar. Jika tidak tahu, Anda bisa mencari tahu. Jika lama, Anda bisa bersabar. Jika tidak punya modal, Anda bisa mencari modal. Jika tidak bisa mencari modal, Anda bisa belajar mencari modal. Allah sudah memberikan potensi kepada Anda. Anda punya hati, Anda punya akal, dan Anda punya energi. Gunakanlah.
Memang akan banyak menghadapi masalah. Tapi Allah sudah memberikan akal kepada kita untuk mengatasi masalah. Memang perlu kerja keras, tapi Allah sudah memberikan tangan dan kaki kepada kita untuk bekerja keras. Allah sudah memberikan sistem pencernaan yang bisa mengubah makanan menjadi energi. Apa lagi yang kurang?
Sahabat, jangan berhenti karena susah. Kita sudah diberik potensi yang dahsyat oleh Allah untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan memang untuk kita hadapi, untuk kita lewati, sebab kemudahan akan datang setelah kesulitan.
"Kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan." (HR Ahmad)
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS Alam Nasyrah:5-6)
Sahabat, semua orang sukses pernah mengalami masa-masa susah. Mereka menghadapi kesulitan seperti kita. Hanya saja, mereka tidak berhenti. Oleh karena itu, kita pun sama, jangan berhenti karena susah.
sumber : http://www.motivasi-islami.com/jangan-berhenti-karena-susah/
Selasa, 15 Februari 2011
Dapat apa sih ?
Februari 2011
Tepat 15 bulan saya bergabung dengan Oriflame, di BossFamily pastinya. Waktu diajakin dulu sama temen kantor, thanks to mba anne nataya yang udah ketemuin gw sama mba Ilna, emang kebetullan banget lagi nyari-nyari bisnis yang bisa dikerjain sambil ngantor gituh.. Daaan kebetulan pula lagi penasaran-penasarannya sama Oriflame, coz di internet dah banyak banget yang iklanin bisnis ini. Secara dah tau dari jaman kuliah, tapi gak pernah denger peluang bisnis-nyaa
Gak nyangka banget lho kalo ternyata saya jatuh cinta sama bisnis ini, you know why ?? Karena saya anti MLM !!
Kalo ada orang yang ngajakin MLM-an... saya pasti tolak mentah-mentah tanpa mau denger penjelasan sedikit pun dari ybs. Jangankan denger presentasinya, denger nama perusahaannya aja dah langsung illfeel. Tapiii... orang kalo butuh itu lain lagi ceritanya yah. Karena butuh penghasilan tambahan, jadi mau deh nyoba segala macem bisnis. Sebenernya Oriflame bukan yang pertama kali saya ikutin, sebelomnya sempet join di bisnis pulsanya D*B. Itu gara-gara diajakin ama suami, yang di prospek sama temen-nya. Iseng aja ikutan karena bisa beli pulsa lebih murah. Sebulan, dua bulan, 3 bulan, kok gak ada perkembangan yaa ? Akhirnya sepakat, beli hak usaha lagi (di bisnis itu kalo join namanya beli hak usaha). Kali ini atas nama saya, jadi saya downline-nya suami saya :)
Ealaah... kok sama aja. Gak ada perkembangan. Mana urusan teknis deposit dan transaksi pulsa-nya cukup ribet... lama-2 saya malah males transaksi lewat D*S dan saya malah beli pulsa ama orang lain :) Waktu saya lihat-2 resolusi 2010 yang saya buat, ada lho salah satunya adalah "jalanin bisnis D*S !" hihihi... bukan dijalanin yang ada malah saya tinggalin :D
mana joining fee-nya lumayan lhooo... 200rebu ! Jadi saya dan suami udah keluar uang 400ribu, buat bisnis yang gak jelas ini ! *lumayan ituuuh bisa beli dua pasang sepatu baru :p *
Nah, beda banget dengan MLM pertama saya, kali ini di MLM kedua saya which is Oriflame, hari ke hari... bukan makin bosen, saya malah makin cinta ! :)
Kok bisa ?? Ya bisa laaah... Mau tau kenapa ? Nih saya kasih bocorannya yaa :
1. Gak Rugi
Maksudnya apa ? Gini, saya join cuman 39.900 rupiah... anggap aja sekali makan Iga Penyet-nya Warung Leko :D
Trus, saya dapet diskon untuk produk yang saya beli, 23% !! Nah, kalo saya beli pelembab langganan saya di supermarket, harganya aja udah hampir 100ribu. Gak dapet apa-2 pula. Kalo di Oriflame, dengan harga yang sama, saya cukup bayar 70ribuan, plus dapet poin !
Daaan... karena saya ga bermasalah dengan kosmetik. Jadi saya gak perlu pusing-pusing mau beli kosmetik merek apa. Gak pusing-pusing nyari di mall. Cukup buka katalog Oriflame, order by phone, barang dianter, bereess deeeh
2. Hadiahnya banyaak
Waktu baru join, pas banget ada promo : belanja 75bp dapet dompet merah cantik seharga 300rban... semangat banget saya euuy. Dikejar deh tuh 75bp, dengan pembelanjaan saya pribadi plus titipan orderan dari temen-temen. Bulan kedua, dapet deh si dompet cantik itu plus free produk seharga 70ribu sebagai hadiah Welcome Program 1 untuk konsultan baru... yiipppieee...
bulan ketiga dan keempat dapet juga free produk seharga 100rb dan 150rb... dan kebetulan juga ada promo-promo lainnya di awal-awal saya bergabung... jadiii banyaaaak bangeeet hadiah-hadiah yang saya dapet.
3. Dapet bonus bulanan
Ini sama dengan gaji, bedanya bonus ini bisa naik turun setiap bulaaan... tergantung performance kita. Naah, sayangnya nih... saya itu baru melek buat jalanin bisnisnya secara serius setelah saya join selama 5 bulanan deeh. Jadi 5 bulan pertama itu saya seneng ikutin promo-promo yang ada di Oriflame dan dapetin semua hadiah-hadiahnya, tapi saya gak fokus jalanin bisnisnya. Emang kayak gimana sih bisnisnya ? Hihihi... isi data disamping ajaah... nanti saya ajarin :)
Kalau dijalankan bisnisnya, bisa kayak gini nih :
Mauu gaaak ?? Kalau saya mah mau bangeet..... makanya saya makin jatuh cinta sama bisnis ini. Dijalaninnya ga berat, tapi hasilnya Mantaaap... Saya emang belom seperti mereka, tapi lumayaaan bangeet karena sekarang udah bisa terima bonus bulanan dari Oriflame.... satu sampe 2 juta aja sih dapeet :)
Saya juga bisa jadi seperti mereka, dan saya udah tau apa yang mesti dilakukan... tinggal ikutin sepak terjangnya mereka ajaah. Pasti berhasil deeeh
4. Nambah banyak temen
Saya tuh gak pernah punya temen yang akrab-akrab bangeet. Ada sih satu dua orang, tapi yah gitu-gitu ajah. Kebiasaan kalo main menclok sana sini, yaah gitu deh jadinya... hehehe
di bisnis ini temen-temen saya nambah banyaaaaaak banget. Yang tadinya gak kenal sekarang jadi upline saya yang rajin membina saya dan jaringannya. Yang tadinya gak kenal, sekarang jadi leader-leader andalan saya di berbagai daerah. Belum lagi sesama anggota BossFamily, yang kalo ketemu dimana aja bisa saling bertegur sapa dan saling bantu. Nikmaaaat bangeeet
5. Pengembangan Pribadi
Kok bisa ?? bisa banget deeh... yang tadinya kalo jalan nunduk aja, sekarang PD jalan tegak lurus lempar senyum kanan kiri... hihihi
Jadi PD buat bicara didepan orang banyak, mampu berpikir positif, tahan banting, melatih kesabaraan... ketemu banyak orang dengan berbagai tipe, rasanya menarik lhoo
dan ini bisa didapet GRATIS lewat bisnis ini. Coba kalau ikut kursus kepribadiannya John Robert Power ?? mesti bayar berapa tuuh
6. Kebebasan Waktu
Ini sih jelas banget kali yaa... Kebebasan Waktu itu artinya bebas-bebas aja kapan mau ngerjainnya. Males bangun pagi, yah ntar siangan aja kerjainnya. Males keluar rumah, yaa online ajah. Pagi, siang malem, weekday, weekend... suka-suka kamuu
Buat saya yang masih kerja kantoran, passs bangeet deh...
Selain 5 poin diatas, sebenernya masih ada beberapa keuntungan lain yang bisa di dapet. Kebetulan saya belom dapet niih... soalnya masih cetek level-nya... hihi.. baru Manager ajah...
Ini diantaranya yaaah...
7. Jalan-jalan keluar negeri GRATIS
saya orang yang seneng banget jalan-jalan, kalau nenek (alm) saya bilang ; bulu kaki nya ketinggalan dijalan. jadinya gak betah di rumah :D
penghargaan ini juga yang bikin saya semangat buat Oriflame-an. soalnya nihh bisa jalan-jalan GRATIS tiap tahun... ke Eropa pulaak
Buat yang seneng liburan, hayuuk deh jalanin bisnis Oriflame... bisa liburan ke tempat-tempat bergengsi tanpa harus ngeluarin duit. Biar gimana yang gratis-gratis itu enaaak kaaan :p
8. Passive Income
ada downline saya yang nanya, apa sih maksudnya Passive Income ?? makhluk apa sich ini :D
OK, saya mau ngomong serius dulu yaa... silahkan disimak :
Yang namanya Income itu terbagi 2, Active Income dan Passive Income. Sesuai dengan namanya, Active artinya ya aktif :p... means Income ini di dapat HANYA JIKA kita aktif mencarinya. Contoh, kerja jadi pegawai, terima gaji tiap bulan. Gak kerja ya gak dapet gaji... Ini sama juga dengan para pebisnis konvensional, alias pedagang. Gak pergi jualan ya ga dapet pemasukan.
Kalo Passive Income artinya kita gak perlu kerja, tapi income mengalir terus... Contoh : invest dana di reksa dana... kita gak ngapa-2in nih, kalo harga unit naik... otomatis nilai aset kita juga naik. Kalo reksadana itu dijual dapet lah kita keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli reksadana itu. Tapiii... reksadana ini punya resiko. Bisa jadi harganya turun, rugi deeh.
Nah apasih passive income di Oriflame ituh??
Oriflame punya sistem yang bagus banget... FAIR dan TRANSPARAN. Sebelom posisi Diamond Director Oriflame masih mensyaratkan kita untuk punya Personal Group, minimal 4000 poin. Jadii kita masih belom bisa pensiun nih. Soalnya 4000poin itu masih harus di develop dulu supaya jadi Director. Nah kalo kita udah punya 6 Director dan menjabat sebagai Diamond Director, syarat itu udah ga perlu lagi. Nah boleh deh ini kita pensiun. Pensiun di Oriflame artinya kita gak perlu rekrut-2 lagi. Cuma maintain aja jaringan yang ada. Lakukan tutup poin, Income mengalir ke rekening..
Contohnya lagi, cerita tentang President Director dari Mexico, ibu Julia Gusman... simak deh ceritanya, ada disini juga kok :)
Enak gak ?? Enak bangeeeet...
9. Kebebasan Financial
Aarggghh... mau bangeeet yang ini siiih... Gak pusing-pusing lagi mikirin cari uang buat biaya hidup yah... Tinggal konsentrasi aja buat kehidupan akhirat. Dan insya Allah uang yang kita miliki juga bisa bermanfaat buat membantu sekitar kita yang masih kekurangan.. Indah banget deh hidupp ini :)
Last but not least..
10. Bisnis yang bisa diwariskan
itu artinya kalau nanti saya dipanggil menghadap Allah, anak saya masih bisa lhooo meneruskan bisnis inii... gak harus mulai dari nol, tapi langsung mengikuti level saya terakhir.. atau misalnya nih saya pengen totally pensiun, saya wariskan aja buat Cabit.. tinggal nerusin deh dia. Kalau saya udah diamond, berarti dia juga langsung Diamond :)
Poin 7 sampe 10, soon pasti saya bisa dapet. Tinggal gimana saya mau mengejarnya ajah, mau santai ? atau terbang ? Asal jangan berhenti pasti nyampe kokk...
Kalau yang lainnya BISA, saya juga PASTI BISA !!
Tahun ini, saya mengejar posisi Gold Director, dengan income 15jutaan per bulan.. Saya butuh at least 2 Director di first level saya n beberapa Manager niih..
Kalau kamu punya mimpi yang pengen kamu wujudkan, yuuk kejar bareng saya yuuuk... kita sama-sama meraih mimpi lewat kendaraan ini, Boss Family !!
Tepat 15 bulan saya bergabung dengan Oriflame, di BossFamily pastinya. Waktu diajakin dulu sama temen kantor, thanks to mba anne nataya yang udah ketemuin gw sama mba Ilna, emang kebetullan banget lagi nyari-nyari bisnis yang bisa dikerjain sambil ngantor gituh.. Daaan kebetulan pula lagi penasaran-penasarannya sama Oriflame, coz di internet dah banyak banget yang iklanin bisnis ini. Secara dah tau dari jaman kuliah, tapi gak pernah denger peluang bisnis-nyaa
Gak nyangka banget lho kalo ternyata saya jatuh cinta sama bisnis ini, you know why ?? Karena saya anti MLM !!
Kalo ada orang yang ngajakin MLM-an... saya pasti tolak mentah-mentah tanpa mau denger penjelasan sedikit pun dari ybs. Jangankan denger presentasinya, denger nama perusahaannya aja dah langsung illfeel. Tapiii... orang kalo butuh itu lain lagi ceritanya yah. Karena butuh penghasilan tambahan, jadi mau deh nyoba segala macem bisnis. Sebenernya Oriflame bukan yang pertama kali saya ikutin, sebelomnya sempet join di bisnis pulsanya D*B. Itu gara-gara diajakin ama suami, yang di prospek sama temen-nya. Iseng aja ikutan karena bisa beli pulsa lebih murah. Sebulan, dua bulan, 3 bulan, kok gak ada perkembangan yaa ? Akhirnya sepakat, beli hak usaha lagi (di bisnis itu kalo join namanya beli hak usaha). Kali ini atas nama saya, jadi saya downline-nya suami saya :)
Ealaah... kok sama aja. Gak ada perkembangan. Mana urusan teknis deposit dan transaksi pulsa-nya cukup ribet... lama-2 saya malah males transaksi lewat D*S dan saya malah beli pulsa ama orang lain :) Waktu saya lihat-2 resolusi 2010 yang saya buat, ada lho salah satunya adalah "jalanin bisnis D*S !" hihihi... bukan dijalanin yang ada malah saya tinggalin :D
mana joining fee-nya lumayan lhooo... 200rebu ! Jadi saya dan suami udah keluar uang 400ribu, buat bisnis yang gak jelas ini ! *lumayan ituuuh bisa beli dua pasang sepatu baru :p *
Nah, beda banget dengan MLM pertama saya, kali ini di MLM kedua saya which is Oriflame, hari ke hari... bukan makin bosen, saya malah makin cinta ! :)
Kok bisa ?? Ya bisa laaah... Mau tau kenapa ? Nih saya kasih bocorannya yaa :
1. Gak Rugi
Maksudnya apa ? Gini, saya join cuman 39.900 rupiah... anggap aja sekali makan Iga Penyet-nya Warung Leko :D
Trus, saya dapet diskon untuk produk yang saya beli, 23% !! Nah, kalo saya beli pelembab langganan saya di supermarket, harganya aja udah hampir 100ribu. Gak dapet apa-2 pula. Kalo di Oriflame, dengan harga yang sama, saya cukup bayar 70ribuan, plus dapet poin !
Daaan... karena saya ga bermasalah dengan kosmetik. Jadi saya gak perlu pusing-pusing mau beli kosmetik merek apa. Gak pusing-pusing nyari di mall. Cukup buka katalog Oriflame, order by phone, barang dianter, bereess deeeh
2. Hadiahnya banyaak
Waktu baru join, pas banget ada promo : belanja 75bp dapet dompet merah cantik seharga 300rban... semangat banget saya euuy. Dikejar deh tuh 75bp, dengan pembelanjaan saya pribadi plus titipan orderan dari temen-temen. Bulan kedua, dapet deh si dompet cantik itu plus free produk seharga 70ribu sebagai hadiah Welcome Program 1 untuk konsultan baru... yiipppieee...
bulan ketiga dan keempat dapet juga free produk seharga 100rb dan 150rb... dan kebetulan juga ada promo-promo lainnya di awal-awal saya bergabung... jadiii banyaaaak bangeeet hadiah-hadiah yang saya dapet.
3. Dapet bonus bulanan
Ini sama dengan gaji, bedanya bonus ini bisa naik turun setiap bulaaan... tergantung performance kita. Naah, sayangnya nih... saya itu baru melek buat jalanin bisnisnya secara serius setelah saya join selama 5 bulanan deeh. Jadi 5 bulan pertama itu saya seneng ikutin promo-promo yang ada di Oriflame dan dapetin semua hadiah-hadiahnya, tapi saya gak fokus jalanin bisnisnya. Emang kayak gimana sih bisnisnya ? Hihihi... isi data disamping ajaah... nanti saya ajarin :)
Kalau dijalankan bisnisnya, bisa kayak gini nih :
Yang paling kiri itu, adalah Upline saya Ika... sedang rekognisi Director, penghasilan 4 - 7 juta per bulan
Kalo ini adalah nenek upline saya, Ilna, yg nyemplungin saya di bisnis ini..
penghasilannya sekarang krg lebih 30juta sajah. Setelah 2 tahun Oriflame-an
Pengen mobil gratiss ? naaah disini udah yang paling tepat deeeh.
Tuh liat Mba Meuthia Rizki dan bunda Ona Kaplale yg udah dapetin CRV Gratisaannya
Yang ini foundernya BossFamily, mba Meuthia Rizki, Double Diamond Director
penghasilan 60jutaan per bulan
Mauu gaaak ?? Kalau saya mah mau bangeet..... makanya saya makin jatuh cinta sama bisnis ini. Dijalaninnya ga berat, tapi hasilnya Mantaaap... Saya emang belom seperti mereka, tapi lumayaaan bangeet karena sekarang udah bisa terima bonus bulanan dari Oriflame.... satu sampe 2 juta aja sih dapeet :)
Saya juga bisa jadi seperti mereka, dan saya udah tau apa yang mesti dilakukan... tinggal ikutin sepak terjangnya mereka ajaah. Pasti berhasil deeeh
4. Nambah banyak temen
Saya tuh gak pernah punya temen yang akrab-akrab bangeet. Ada sih satu dua orang, tapi yah gitu-gitu ajah. Kebiasaan kalo main menclok sana sini, yaah gitu deh jadinya... hehehe
di bisnis ini temen-temen saya nambah banyaaaaaak banget. Yang tadinya gak kenal sekarang jadi upline saya yang rajin membina saya dan jaringannya. Yang tadinya gak kenal, sekarang jadi leader-leader andalan saya di berbagai daerah. Belum lagi sesama anggota BossFamily, yang kalo ketemu dimana aja bisa saling bertegur sapa dan saling bantu. Nikmaaaat bangeeet
Ini adalah keluarga besar BossFamily :
ini gak semuanya lhooo.. cuma sebagian keciil. coz kalo semuanya di foto ga bakal muat.. wong di kumpulin di Balai Sarbini ajah masih kurang lho ;)5. Pengembangan Pribadi
Kok bisa ?? bisa banget deeh... yang tadinya kalo jalan nunduk aja, sekarang PD jalan tegak lurus lempar senyum kanan kiri... hihihi
Jadi PD buat bicara didepan orang banyak, mampu berpikir positif, tahan banting, melatih kesabaraan... ketemu banyak orang dengan berbagai tipe, rasanya menarik lhoo
dan ini bisa didapet GRATIS lewat bisnis ini. Coba kalau ikut kursus kepribadiannya John Robert Power ?? mesti bayar berapa tuuh
6. Kebebasan Waktu
Ini sih jelas banget kali yaa... Kebebasan Waktu itu artinya bebas-bebas aja kapan mau ngerjainnya. Males bangun pagi, yah ntar siangan aja kerjainnya. Males keluar rumah, yaa online ajah. Pagi, siang malem, weekday, weekend... suka-suka kamuu
Buat saya yang masih kerja kantoran, passs bangeet deh...
Selain 5 poin diatas, sebenernya masih ada beberapa keuntungan lain yang bisa di dapet. Kebetulan saya belom dapet niih... soalnya masih cetek level-nya... hihi.. baru Manager ajah...
Ini diantaranya yaaah...
7. Jalan-jalan keluar negeri GRATIS
saya orang yang seneng banget jalan-jalan, kalau nenek (alm) saya bilang ; bulu kaki nya ketinggalan dijalan. jadinya gak betah di rumah :D
penghargaan ini juga yang bikin saya semangat buat Oriflame-an. soalnya nihh bisa jalan-jalan GRATIS tiap tahun... ke Eropa pulaak
Buat yang seneng liburan, hayuuk deh jalanin bisnis Oriflame... bisa liburan ke tempat-tempat bergengsi tanpa harus ngeluarin duit. Biar gimana yang gratis-gratis itu enaaak kaaan :p
8. Passive Income
ada downline saya yang nanya, apa sih maksudnya Passive Income ?? makhluk apa sich ini :D
OK, saya mau ngomong serius dulu yaa... silahkan disimak :
Yang namanya Income itu terbagi 2, Active Income dan Passive Income. Sesuai dengan namanya, Active artinya ya aktif :p... means Income ini di dapat HANYA JIKA kita aktif mencarinya. Contoh, kerja jadi pegawai, terima gaji tiap bulan. Gak kerja ya gak dapet gaji... Ini sama juga dengan para pebisnis konvensional, alias pedagang. Gak pergi jualan ya ga dapet pemasukan.
Kalo Passive Income artinya kita gak perlu kerja, tapi income mengalir terus... Contoh : invest dana di reksa dana... kita gak ngapa-2in nih, kalo harga unit naik... otomatis nilai aset kita juga naik. Kalo reksadana itu dijual dapet lah kita keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli reksadana itu. Tapiii... reksadana ini punya resiko. Bisa jadi harganya turun, rugi deeh.
Nah apasih passive income di Oriflame ituh??
Oriflame punya sistem yang bagus banget... FAIR dan TRANSPARAN. Sebelom posisi Diamond Director Oriflame masih mensyaratkan kita untuk punya Personal Group, minimal 4000 poin. Jadii kita masih belom bisa pensiun nih. Soalnya 4000poin itu masih harus di develop dulu supaya jadi Director. Nah kalo kita udah punya 6 Director dan menjabat sebagai Diamond Director, syarat itu udah ga perlu lagi. Nah boleh deh ini kita pensiun. Pensiun di Oriflame artinya kita gak perlu rekrut-2 lagi. Cuma maintain aja jaringan yang ada. Lakukan tutup poin, Income mengalir ke rekening..
Contohnya lagi, cerita tentang President Director dari Mexico, ibu Julia Gusman... simak deh ceritanya, ada disini juga kok :)
Enak gak ?? Enak bangeeeet...
9. Kebebasan Financial
Aarggghh... mau bangeeet yang ini siiih... Gak pusing-pusing lagi mikirin cari uang buat biaya hidup yah... Tinggal konsentrasi aja buat kehidupan akhirat. Dan insya Allah uang yang kita miliki juga bisa bermanfaat buat membantu sekitar kita yang masih kekurangan.. Indah banget deh hidupp ini :)
Last but not least..
10. Bisnis yang bisa diwariskan
itu artinya kalau nanti saya dipanggil menghadap Allah, anak saya masih bisa lhooo meneruskan bisnis inii... gak harus mulai dari nol, tapi langsung mengikuti level saya terakhir.. atau misalnya nih saya pengen totally pensiun, saya wariskan aja buat Cabit.. tinggal nerusin deh dia. Kalau saya udah diamond, berarti dia juga langsung Diamond :)
Poin 7 sampe 10, soon pasti saya bisa dapet. Tinggal gimana saya mau mengejarnya ajah, mau santai ? atau terbang ? Asal jangan berhenti pasti nyampe kokk...
Kalau yang lainnya BISA, saya juga PASTI BISA !!
Tahun ini, saya mengejar posisi Gold Director, dengan income 15jutaan per bulan.. Saya butuh at least 2 Director di first level saya n beberapa Manager niih..
Kalau kamu punya mimpi yang pengen kamu wujudkan, yuuk kejar bareng saya yuuuk... kita sama-sama meraih mimpi lewat kendaraan ini, Boss Family !!
Jumat, 21 Januari 2011
Kemarin, Esok, dan Hari ini
Namun sesungguhnya waktu yang mengalir dari jaman purba hingga di jaman modern ini adalah sama. 60 detik semenit, 60 menit sejam dan 12 jam sehari. Begitu seterusnya sampai ukuran tahun dan abad.
Tidak ada yang merubah aliran waktu yang menetes setiap detik, di setiap jengkal umur kita.
Adapun yang berubah adalah "contents" atau "kandungan" aktifitas yang kita isikan di waktu-waktu yang seakan-akan telah membanjiri kemarin, dan sekarang telah mengering.
Hari kemarin telah berlalu dan sekarang menjadi sejarah.
Apakah sejarah kemarin akan kita bawa serta dalam panggulan beban kehidupan menuju masa depan?
Akankah masa lalu menjadi batu sandungan dan "hantu kendala" hari esok?
Harus kita apakan pikiran masa lalu?
Haruskah dikenang sebagai nostalgia sepanjang masa, dan memenuhi relung memori pikiran dan perasaan kita? Akankah berguna memori kenangan itu di masa depan?
Bila kita harus menumpuk memori kenangan dalam gudang ingatan, betapa beratnya beban pikiran yang harus ditanggung untuk memuat dan memasukkan semua kenangan tersebut.Begitu sesak dan padat, serta semwrawutnya gudang ingatan tersebut sekarang. Karena kita hanya memiliki waktu untuk mengatur dan mengerjakan tugas hari ini yang begitu telah menumpuk. Sehingga kita tidak akan sempat lagi mengatur dan menyusun "pekerjaan sejarah" hari kemarin.
Jadi menurut saya, kita pantas meninggalkan dan menanggalkan segala beban ingatan hari kemarin, baik manis, asam, asin dan tawar rasanya kenangan itu. Bebaskan dan lapangkan memori pikiran dan perasaan Anda sekarang, buang segala "file lama" yang sudah tidak berguna. Agar gudang memori kita bersih dan lapang untuk kita isi dengan file terkini.
Jangan bebankan pikiran dan perasaan kita untuk hal melankolis dan romantisme yang telah menjadi "bangkai" dan "debu", kuburkan semua dan "empty"-kan tong "recycle bin" Anda.
Minta maaflah dan maafkanlah, serta berdamailah dengan masa lalu, dan jangan bawa serta beban sejarah untuk memasuki gerbang masa depan.
---
Hari kemarin bukan lagi milik kita, dan hari esok belumlah menjadi milik kita. Hari esokpun belum tercipta dan tidak berbentuk, serta mengandung segala unsur ketidak-pastian. Bolehlah sekali-kali untuk menengok sebentar ke masa depan, agar kita dapat menata "apa yang perlu" dikerjakan hari ini.
Namun setelah menengok hari esok, segeralah kembali ke hari ini dan sekarang.
Jangan menaruh beban-beban target, pengharapan dan cita-cita masa depan dalam pikiran hari ini.
Jangan menyimpan "file-file" abstrak masa depan dalam memori pikiran dan perasaan Anda sekarang.
Benar, hari esok adalah penjelmaan hari ini, sehingga yang harus kita pentingkan tidak lain adalah hari ini.
Jadi, biarkanlah hari esok teronggok di sudut gelap sana dalam ketenangan, dan jangan mengotak-atik sesuatu yang tidak dalam kekuasaan Anda.
Hari esok akan memiliki bebannya sendiri, sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan diri dan membebani dengan kecemasan serta ketakutan, melainkan bebaskan dan lepaskan dari beban memori pikiran dan perasaan Anda.
Jangan libatkan permasalahan hari esok, dalam permasalahan Anda sekarang. Karena setiap hari Anda akan menerima beban yang cukup membuat Anda sibuk serta berpikir keras. Itu bila Anda kreatif dan tidak pernah berhenti untuk mengasah asa.
So, hari esok biarlah menjadi lembaran yang belum terbaca dan masih mulus dan berbau wangi seperti halnya mobil atau buku baru. Lapangkan dan bebaskan diri Anda dari beban masa depan, biarkanlah dan jangan mengganggu sesuatu yang belum saatnya dijamah.
Anda harus terbebas dari beban masa depan dan hari kemarin.
---
Sekarang Anda dan saya berada di hari ini. Hari ini tercipta dari apa yang telah kita perbuat di hari kemarin.
Dan apa yang akan kita lakukan hari ini akan menciptakan masa depan. Jadi Anda dan saya, kita semua harus "mengerjakan" dan "mengotak-atik" pikiran dan perasaan kita sekarang, agar mengeluarkan suatu hasil atau output yang berdaya-guna dan bermanfaat di masa depan.
Ingat, waktu menetes dan mengalir tanpa henti, sehingga Anda dan saya sudah tidak pantas lagi menyesali waktu yang akan bergulir melewati diri kita, karena kita sudah tahu segala konsekuensi yang akan dihadapi di masa depan dengan bertindak di hari ini.
Hari ini harus kita khawatirkan dan cemaskan bila kita belum sempat melakukan sesuatu makna dan manfaat bagi hari ini dan masa depan. Sekali lagi masa depan tercipta dan menjelma dari hari ini, sehingga saat yang terpenting dalam hidup kita adalah sekarang dan hari ini. Bukanlah masa lalu dan atau masa depan.
Ya, waktu yang tergawat dan terpenting adalah hari ini.
Apa yang akan kita rasakan, pikirkan dan lakukan pada hari ini adalah pertanyaan yang harus dijawab dan dituntaskan pada hari ini, jangan disimpan buat esok.
Lakukan dan selesaikan semua pekerjaan yang ada di depan mata dan di atas meja, dan jangan pernah menunda barang sedikitpun dan apapun jenis persoalan/pekerjaan kita sekarang. Jangan membuat tumpukan pekerjaan, karena beban pekerjaan hari esok sudah menunggu di sana.
Hari ini adalah hari terpenting dalam hidup Anda dan saya. Mari tuntaskan apapun "problematika" dan "beban tugas" serta "salib hidup" kita pada hari ini juga.
Hidup ini sangat indah bila kita dapat memberi makna atau tanda dengan karya dan bhakti bagi dunia dan masa depan.
Sudahkah kita bermakna dan bermanfaat bagi keluarga dan sesama hari ini?
Mulailah hari ini dan setiap hari dengan tersenyum dan tertawa pada diri kita, lalu berikan senyuman terhangat dan termanis bagi sahabat dan rekan serta sanak saudara yang kita jumpai.
Tuntaskan dan bebaskan beban hari ini, dengan menyelesaikan dan mengeluarkan seluruh daya dan energi, agar hasil hari ini memuaskan Anda dan keluarga dan agar beban hari ini tidak perlu kita panggul dan bawa ke masa depan.
Ayo, habiskan menu hari ini dengan lahap dan jangan sisakan, karena menu besok akan ada lagi.
Hari ini akan menciptakan masa depan, jadi apa yang Anda kerjakan dan selesaikan akan Anda terima hasilnya di masa depan.
---
Selamat berkarya setiap hari mulai sekarang, dan pahami serta isi hari ini dengan maha karya-maha karya.
Jangan hiraukan tahunan masa lalu dan tahunan masa depan, pikirkanlah 1 hari saja, ya hanya 1 hari yaitu hari ini.
dikutip dari Freddy Pieloor
www.MONEYnLOVE.com
Selasa, 11 Januari 2011
Kuasai Kecerdasan Emosi Anda !
"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.
Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan.
Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.
Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks.
Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka sebagai insan manusia. Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak.
Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan, mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya.
Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.
Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang *tidak tampak*.
Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.
Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia.
Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang.
Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa....
Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980
hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.
Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The Art of The Deal dan Surviving at the Top". Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus... Kamu ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.
Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya.
Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka.
Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.
Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada "intangible asset" yang tetap dimilikinya.
Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!
Apa yang terjadi selanjutnya ? Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan
terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3
Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul "The Art of The Comeback".
Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya. Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang
sebelumnya. Luar biasa bukan ? :-)
Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.
Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap org & bisa dikembangkan.
Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi :
- Selalu hidup dengan keberanian. Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.
- Selalu bertanggung jawab dalam segala hal. Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. "being accountable is being dependable"
- Berani keluar dari zona nyaman. Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal
- Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya. Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.
- Bersikap rendah hati. Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.
Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan Kamu menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)
Ditulis oleh : Anne Ahira
================================================================
Sukaaa banget ama artikel ini... emang benar, bahwa kecerdasan emosi merupakan salah satu faktor yang dapat membawa seseorang pada tangga kesuksesan...
Coba ya.. kalo downline yang ngambek-an, bentar-bentar mutung.. bentar-bentar esmosi, gimana mau mikirin gimana caranya naik level ?? komplain, komplain komplain melulu
Just Be Positive !!! Gak ada masalah yang ga ada jalan keluarnya... Allah aja bilang kalau manusia itu di uji hanya sebatas kesanggupannya... jadii gak mungkin gak bisa kita lewatin kok... PASTI BISA !!
Order-an salah, turun level, downline pada gak mau jalan.. itu semua cuma sebagian dari dinamika yang harus kita jalanin dalam bisnis ini. Sooo.... Jangan Pernah Berhenti !!
Sometimes, gw suka merenung, mengingat-ingat perjalanan hidup gw, yaah 10 tahun ke belakang lah... Review siapa dan bagaimana gw sekarang ini, rasanya gak mungkin dan gak masuk akal lhoooo... apalagi kalo kamu dulu pernah kenal dirikuh.. hihihi
Sejuta *halah* cobaan yang pernah hadir dalam hidup gw, yang kalo dibikin sinetron mungkin ngalahin episode-nya Cinta Fitri ituuh... tanpa sadar sudah membentuk gw. Alhamdulillah... sudah bisa bersikap lebih bijak, lebih terencana dalam menjalani hidup, tau apa tujuan hidup (dulu paling cuek nih... suer), mampu bersikap positif, lebih kuat,lebih sabar, an so on... and so on...
Mudah-mudahan bisa memiliki Kecerdasan Emosi yang lebih tinggi... lagi...lagi... dan lagiiii....
dan pastinyaaa... membawa gw meraih semua impian yang gw cita-citakan... Amieeen Ya Rabbal Alamin
Go Diamond !!
Rabu, 08 Desember 2010
Persiapkan Pensiun mu
Salah satu alasan kenapa saya menjalankan Oriflame adalah : persiapan masa pensiun ! yup bener... P E N S I U N
kok jauh bener tujuannya ? kan masih muda, kan masih produktif, ngapain mikirin pensiun ??
mungkin itu pertanyaan yang akan diajukan sebagian orang... kebanyakan orang malah
hellowww.... yang muda pastinya akan menjadi tua bukan ??
yang sekarang masih kerja dengan posisi bagus, suatu saat akan pensiun juga bukaan ?
nah coba hitung deh... kalau rata-rata usia hidup, 70tahun... dan usia pensiun adalah 55tahun, maka masih ada 15tahun dimana kita butuh biaya untuk hidup
trus dapet darimana ini biayanya ??
udah uzur, sakit-sakitan... pekerjaan apa sekiranya yang bisa dilakukan supaya tetap memberi penghasilan demiii mencukupi biaya hidup ?
sukur-sukur anak udah pada berkeluarga dan cukup mapan... bisalah numpang hidup ama anak... (walopun saya ga terlalu setuju sama yang seperti ini yaa)
trus gimana kalo anak-anaknya tergolong gak mampu ?? malah kita mesti bantu-bantu ngurus dan biayain sekolah cucu ?
biaya pendidikan makin lama makin mahal ciiinnn... kasian bener cucu-cucu kita kalo ga bisa sekolaah
financial planner bilang : investasi dari sekarang !!
sisihkan penghasilan kita saat ini untuk masa pensiun nanti...
itu baguus... tapiiii akan lebih baik kalo masih punya penghasilan di masa pensiun bukan ??
jadi insya allah duit-nya gak habis-habis
kalau cuma invest, dan mengandalan investasi itu untuk biaya hidup... sedikit-2 diambilin pasti lama-lama akan habis... tuul gak ?
lain hal nya kalau tetap berpenghasilan
nah, kenapa Oriflame ??
pada level tertentu Oriflame akan memberikan passive income buat para konsultannya..... jadi tanpa perlu pusing-pusing menjalankan bisnisnya, Oriflame akan tetap membayarkan gaji (bonus) kepada konsultannya secara rutin setiap bulan... yes, setiap bulan
gak cukup dengan bonus yang diberikan ?? ya sutra jalanin aja terus bisnisnya....... kakek nenek juga masih bisa kook :)
ga perlu tenaga banyak, ga perlu modal banyak, ga perlu waktu banyak
sooo....... tetep bisa have fun menikmati masa tua dan kebersamaan bersama keluarga...
bisa konsen beribadah demi menyiapkan kehidupan di akhirat...
bisa ajak anak-anak pergi haji bareng-bareng setahun sekali
bisa ajak cucu liburan ke disneyland
bisa mendirikan mesjid... lembaga-2 sosial untuk orang-orang yang kurang mampu
bisa punya seribu anak asuh yang putus sekolah...
aaah indahnya... dunia bisa dinikmati, akhirat juga diperjuangkan.... semoga Allah memberikan ridho-Nya.... amieen
pengin siapin masa pensiun juga ? just inbox me yaaw...
Sabtu, 04 Desember 2010
The Power of Kepepet
The Power of Kepepet dan kebetulan-kebetulan pun terjadi...
Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena kepepet, jika
tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.
Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.
KEPEPET VS IMING-IMING
Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi.
Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.
Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak
menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.
97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.
Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.
John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.
MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET
Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang Anda rasakan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?!
Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.
Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"
- diambil dari milis SSR -
lucu ya... karena kepepet, kucing pun terpaksa makan daun :)
"Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar,hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena kepepet, jika
tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.
Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.
KEPEPET VS IMING-IMING
Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi.
Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.
Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak
menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.
97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.
Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.
John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.
MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET
Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang Anda rasakan?
Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?!
Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.
Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"
- diambil dari milis SSR -
Langganan:
Postingan (Atom)








